Random itu acak, sis. Jadi? Ya inilah yg melintas di pikiran gue.
Waktu. Iya, klise banget. Udah bejibun artikel fiksi maupun non fiksi yg ngebahas hal itu, waktu.
Waktu... kadang teman, kadang musuh, kadang nggak dua-duanya. Kadang dia cuma pihak ketiga yg gak ikutan terlibat di kehidupan kita, tapi bener-bener mempengaruhi. Tapi udah, sebatas itu doang, mempengaruhi. Selepas itu, terserah kitanya juga gimana menyikapi dia. Mau dibiarin aja dia acak-acak hidup kita? Bikin kita sedih, nyesek, nyesel, atau entah apa lagi beribu macam ungkapan perasaan sejenis itu? Atau mau pasrah, seneng alhamdulillah sedih terima? Ya bagus juga sih, bersyukur namanya. Tapi kita manusia, bro, dikasih akal sama Allah. Buat apa kalo kita cuma ngejalanin yg ada? Seyogyanya kita berusaha menghidupkan kehidupan kita.
Walaupun gitu, waktu ini bermanfaat juga. Marah, jengkel, sedih, dan perasaan buruk lain yg bercokol di diri kita hilangnya gimana? Dengan waktu. Waktu juga yg ngasih kita banyak pengalaman yg dengan pengalaman itu, ngajarin kita untuk jadi dewasa. So, secara nggak langsung waktu ikut berperan dalam hal perkembangan kedewasaan kita.
Kadang kita berusaha mengerahkan segenap kekuatan otot dan otak buat ngelawan waktu, tapi nggak jarang juga kita gunakan segenap kekuatan kita itu untuk memperjuangkan waktu. Bahkan sering, disaat kita nggak kepikiran, waktu datang menyelamatkan hal yg lagi mati-matian kita pertahankan. Atau mungkin kita baru menyadari, bahwa selama ini yg kita lakukan hanyalah menyia-nyiakan waktu untuk hal yg nggak begitu penting, yg harusnya bisa digunakan untuk hal lain yg jauh lebih penting. Apalagi kalau selama kita menyia-nyiakan waktu yg ada, malah ada hal lain yg membuat kita semakin menyalahkan waktu. Padahal, siapa yg salah? Enak juga ya, jadi waktu. Gimanapun dia bertingkah, nggak ada yg berkuasa untuk menyalahkan dia. Mau menyalahkan juga, harus bagaimana? Malah waktu juga yg menyembuhkan kita, membantu kita menata kembali sesuatu yg sudah berantakan. Yg ada tinggal....kita. Jiwa kita. Hati kita. Pikiran kita. Akal kita. Yg berkolaborasi untuk menciptakan sebuah sistem di kepala kita agar menemukan titik terang.
Waktu itu.....abstrak. Ya, abstrak. Jelaslah, nggak ada wujudnya, nggak konkrit. Terus kenapa waktu bisa mengendalikan kita? Gimana caranya? Semua pertanyaan bakal ditemuin jawabannya sama kita masing-masing. Ya, tepat, berujung pada satu kalimat. Itulah kekuasaan Allah :-)
Hoho, that's it. This post was really random. I'm sorry, keep strong to read my posts. LOL =))

Tidak ada komentar:
Posting Komentar